1. Pelatihan Penyusunan PKPB & SOP Perkreditan
22/11/2012
Hotel Bidakara, Jakarta
2. Pelatihan Penyusunan PKPB & SOP Perkeditan
23/11/2012
Hotel Peninsula, Jakarta
3. Pelatihan Certif, modul Pengawasan Eksternal
24/11/2012
Hotel Trio, Bandung
4. Inhouse Training RKAT untuk PT. BPR SUMBER ARTHA RAHAYU
25/11/2012
Spring Water Resort, Bogor
5. Pelatihan Penyusunan PKPB & SOP Perkreditan
01/12/2012
Hotel Grage Sankan, Kuningan
6. Pelatihan Penerapan APU & PPT
02/12/2012
Farel Hotel, Jakarta
7. Pelatihan Penyusunan PKPB & SOP Perkreditan
06/12/2012
Tangerang
8. Pelatihan Penyusunan PKPB & SOP Perkreditan
08/12/2012
Lombok Plaza Hotel, Lombok
9. Inhouse Training PT. BPR DHANARTA DWIPRIMA - BONTANG
RKAT - PKPB & SOP Perkreditan - APU & PPT - Keterampilan Teller
12/12/2012 sd 16/12/2012
Bontang
10. Pelatihan RKAT BPR menggunakan Software Aplikasi RKAT versi 1.71
Hotel Kawanua, Cempaka Putih, Jakarta
21/12/2012
11. Pelatihan Asesor kompetensi
BPKP, Jakarta
07/01/2013 sd 11/01/2013
19 Nov 2012
Pelatihan di Papua
Abepura, 16 Nov 2012
Sebenarnya PT. BPR Phidectama Abepura telah 2 (dua) tahun menggunakan program RKAT BPR secara otodidak. Baru pada tanggal 16 nov 2012, Zpro berkesempatan mengadakan pelatihan di Abepura, sebuah kota kecil yang berjarak 30 menit dari kota Jayapura. Pelatihan penyusunan rencana kerja tahunan BPR dengan menggunakan program versi 1.71 yang diikuti oleh Direksi dan staff dari PT. BPR Phidectama Abepura, PT. BPR Phidectama Sentani dan PT, BPR Phidectama Biak. Zinsari dalam pelatihan sehari ini memaparkan bagaimana konsep menyusun rencana kerja "bottom up" dan trik membuat rencana kerja yang menantang namun juga realistis. Program RKAT versi 1.71 ini dapat menghasilkan laporan neraca dan laba rugi proyeksi secara otomatis, sehingga BPR dapat langsung cetak untuk disampaikan ke Bank Indonesia.
Abepura, 17 Nov 2012
Hari kedua diisi dengan pelatihan penerapan program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU & PPT) bagi bank perkreditan rakyat. Dalam pelatihan yang banyak dilakukan diskusi ini, lebih menekankan bagaimana BPR dapat berperan secara optimal dalam penerapan APU & PPT, dimana para insan bank perkreditan rakyat diminta untuk bisa bertindak smart, sehingga masyarakat tetap merasa nyaman untuk bertransaksi di BPR.
Sebagai ucapan terima kasih, Direksi BPR Phidectama Abepura, bpk Abraham Fonataba memberikan kenang-kenangan kepada Zinsari berupa sebuah lukisan burung cendrawasih pada sehelai kayu serta sebah patung khas papua...indah sekali...
19 Okt 2012
Pedoman Standar Kebijakan Perkreditan BPR
Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan no 13/26/PBI/2011 pada tanggal 28 Des 2011 tentang:
PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR
8/19/PBI/2006 TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN
PEMBENTUKAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF
BANK PERKREDITAN RAKYAT
8/19/PBI/2006 TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN
PEMBENTUKAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF
BANK PERKREDITAN RAKYAT
dan Surat Edaran no 14/26/DKBU tanggal 19 September 2012 yang mewajibkan BPR memmiliki suatu Pedoman Standar Kebijakan Perkreditan BPR (PKPB) dan disampaikan kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya tanggal 28 Des 2012.
Pedoman ini merupakan bagian dari sistem pengendalian intern BPR yang berfungsi:
- sebagai pedoman bagi BPR dalam setiap pelaksanaan kegiatan perkreditan yang memenuhi prinsip kehati-hatian dan asas-asas perkreditan yang sehat.
- sebagai standar dalam pelaksanaan pengawasan pemberian kredit pada semua tahapan proses perkreditan.
Dengan tujuan:
- agar BPR secara konsisten dan berkesinambungan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan asas-asas perkreditan yang sehat dalam rangka mitigasi risiko atas setiap pemberian kredit.
- untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang yang merugikan BPR
- untuk mencegah terjadinya praktek pemberian kredit yang tidak sehat
- Prinsip Kehati-hatian dalam Perkreditan
- Organisasi dan Manajemen Perkreditan
- Kebijakan Persetujuan Kredit
- Dokumentasi dan Administrasi Kredit
- Pengawasan Kredit
- Penanganan Kredit Bermasalah
Zpro secara khusus memberikan pelatihan penyusunan pedoman kebijakan dan prosedur perkreditan.
Topik materi pelatihan:
BONUS: SOFTCOPY PKPB & SOP Perkreditan
Topik materi pelatihan:
1. SE 14/26/DKBU
2. Menyusun Kebijakan Pokok dalam Perkreditan
3. Menyusun SOP Perkreditan
- SOP Persetujuan Kredit
- SOP Dokumentasi & Administrasi Kredit
- SOP Pengawasan Kredit
- SOP Penanganan Kredit Bermasalah
- SOP Hapus Buku
- SOP Hapus Tagih
hubungi zinsari@yahoo.co.id
30 Sep 2012
Pelatihan Penerapan APU-PPT di Sukabumi
Sukabumi, Sabtu, 29 September 2012,
Zinsari bersama Yossi dari Edukasi Sumber Daya berkesempatan menjadi narasumber dalam memberikan pengetahuan kepada Manajemen dan Staff PT. BPR Bumi Tani Mandiri di Kota Sukabumi dengan materi Penerapan APU dan PPT.
Pelatihan dilakukan dengan metode interaktif, dimana peserta dapat menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kasus nyata di BPR, bagaimana BPR harus bersikap, dan aturan yang berlaku.
Selama sesi pelatihan, semuanya berbaur, Direksi ataupun staff, semuanya bekerja sama dalam kelompok kecil mencari ide dan solusi. Seru sekali, apalagi ditambah dengan tampilnya sang Penyemangat Yossi, sehingga pelatihan yang sarat dengan ketentuan ini, tidak terasa telah mereka lalui dengan penuh keceriaan.
18 Sep 2012
Pelatihan Penyusunan RKAT BPR di Lombok
![]() | |
| Foto: Zinsari bersama peserta pelatihan |
Pelatihan penyusunan rencana kerja tahunan untuk bank perkreditan rakyat telah dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pelatihan berlangsung pada tanggal 15 September 2012 bertempat di Lombok Plaza Hotel, Kota Mataram.
Pelatihan berdurasi 1 (satu) hari ini diikuti oleh 35 peserta dari 18 BPR. Yang khusus dari pelatihan ini adalah bahwa setiap BPR mengirimkan 1 (satu) Direksi dan satu atau dua orang staff, sehingga diharapkan nantinya Direksi di dalam penyusunan rencana kerja dapat dibantu oleh para staff tersebut.
Dalam pelatihan ini, setiap BPR peserta mendapatkan 1 (satu) CD software aplikasi dari Zpro. Peserta pelatihan secara langsung mempraktekkan penyusunan rencana kerja dengan menggunakan laptop masing-masing dalam kelas.
Penerapan konsep Bottom-Up dalan penyusunan rencana kerja ini memungkinkan kita membuat suatu rencana kerja yang lebih realistis. Sebelum memulai perencanaan, para peserta juga diajak melakukan analisa swot terlebih dahulu, agar rencana kerja yg dihasilkan realistis dan dapat dilaksanakan.(zin)
18 Agu 2012
Rencana Kerja BPR 2013
Mata bisa salah lihat
Kuping bisa salah dengar
Mulut bisa salah bicara
Hati bisa salah sangka
Di hari yang fitri ini
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
TERIMA KASIH TELAH MENYEBARKAN ARTIKEL DARI BLOG : http://infoekita-handphone.blogspot.com/2012/08/Ucapan-Selamat-Idul-Fitri-1433H.html
TERIMA KASIH TELAH MENYEBARKAN ARTIKEL DARI BLOG : http://infoekita-handphone.blogspot.com/2012/08/Ucapan-Selamat-Idul-Fitri-1433H.html
Setiap awal tahun
BPR diwajibkan menyusun rencana kerja tahunan. Rencana kerja merupakan arah dan
panduan bagi manajemen bank untuk menjalankan operasionalnya. Selain itu,
penilaian tingkat kesehatan bank juga dikaitkan dengan keberhasilan manajemen
merealisasikan target-target yang telah direncanakan. Oleh karena itu
kompetensi untuk dapat menyusun rencana kerja yang menantang namun realistis
menjadi sangat penting. Artinya, rencana kerja harus bisa menjadi pemacu motivasi seluruh jajaran di BPR namun juga dapat direalisasikan.
Zpro mengemas suatu pelatihan sekaligus penggunaan software aplikasi:
Pelatihan ini
disertai dengan penggunaan software aplikasi sederhana dengan pendekatan penyusunan
rencana kerja bottom-up memungkinkan para peserta untuk menyusun sebuah rencana
kerja yang baik dan realistis.
Tahun 2013 semakin dekat, ayo siapkan diri anda dan miliki software ini sebagai alat untuk menyusun rencana kerja BPR.
Spesifikasi komputer yg diperlukan:
- PC/Laptop/Notebook dengan Microsoft Windows yg dilengkapi Microsoft Excel versi 2003 atau lebih baru.
15 Jul 2012
Pelatihan Teller di Lombok
Sabtu, 14 Juli 2012
Pelatihan Keterampilan Teller BPR di wilayah Nusa Tenggara Barat diselenggarakan oleh LP3 - DPD Perbarindo NTB pada tanggal 14 Juli 2012 dengan menghadirkan fasilitator bpk Zinsari (trainer utama dari Zpro Professional Training). Pelatihan dilaksanakan di Hotel Lombok Plaza yang diikuti oleh 58 peserta yang berasal dari 26 BPR.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode presentasi, diskusi, tanya-jawab dan role-play. Selain mendapatkan pengetahuan dari fasilitator,, para peserta juga berkesempatan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam hal pelaksanaan tugas perkasiran. Di akhir sesi, para peserta mendapat kesempatan bermain peran sebagai petugas bank dan nasabah, sehingga peserta dapat merasakan langsung praktek melayani nasabah dengan prima dalam bertransaksi.
Pelatihan menjadi sangat menyenangkan karena di antara sesi-sesi juga diisi dengan berbagai permainan menarik yang bertujuan untuk menambah keakraban serta menyadarkan bahwa sebagai pegawai perlu ikut mampu berperan memberikan ide-ide cemerlang bagi perusahaannya.
Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa para peserta termotivasi untuk melayani nasabah dengan sebaik-baiknya, karena adanya nasabah yang bertransaksi di bpr, maka bpr boleh berkembang dan maju, serta para pegawai boleh terus berkarier di bpr. (zin)
18 Jun 2012
Keterampilan Teller
Sebagian besar masyarakat menilai citra suatu bank melalui penampilan,
pelayanan dan pengetahuan para pegawai di front office. Peran pegawai front office sangat besar bagi
pelayanan bank kepada masyarakat dan sekaligus mengandung potensi risiko yang
besar pula. Oleh karena itu Manajemen Bank menaruh perhatian yang besar
terhadap kompetensi, profesionalisme dan integritas staff mereka di front
office, antara lain Teller/Kasir, Customer Service dan staff lain yang
berhadapan langsung dengan para nasabah ataupun calon nasabah.
Pada jaman sekarang, umumnya perbankan menerapkan sistem teller. Apa itu sistem teller? Sistem teller adalah sistem pelayanan kepada nasabah dalam bertransaksi dengan bank, pada tiap counter dilayani oleh seorang petugas bank, yaitu Teller.
Teller disebut juga sebagai kuasa kas terbatas, karena dapat melakukan transaksi secara langsung dalam jumlah uang terbatas. Teller bertanggung jawab atas transaksi kas antara bank dengan nasabahnya.
Siapa saja yang dapat diangkat sebagai Teller di bank? Pada umumnya pimpinan bank akan menggunakan kriteria berikut ini:
- Jujur
- Teliti
- Cekatan
- Sopan dan ramah
- Bertanggung jawab
- Memiliki kompetensi
Namun demikian, tidak semua orang dapat secara otomatis memiliki kompetensi sebagai Teller. Kompetensi Teller dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain, on tje job training atau mengikuti kelas pelatihan.
Apa saja kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Teller BPR? Jika dikaitkan dengan kompleksitas kerja dan ketentuan yang berlaku, maka pada jaman sekarang seorang Teller BPR harus memiliki kompetensi berikut:
- Mampu melayani nasabah dengan prima
- Mampu melayani nasabah dalam bertransaksi terkait dengan produk-produk dan jasa yang diberikan BPR
- Mampu mendeteksi keaslian uang
- Mampu menghitung uang secara manual maupun dengan alat
- Mampu menangani uang sesuai dengan ketentuan yang berlaku
- Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan perkasan
- Mampu melaksanakan program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU & PPT)
- Mampu mematuhi ketentuan dalam UU Perbankan.
Video Seri Pelatihan Hitung Uanguntuk melihat tayangan cara menghitung uang dengan 3 jari.
Jika anda membutuhkan pelatihan dengan kompetensi seperti di atas, silahkan menghubungi kami...
Langganan:
Komentar (Atom)





.jpg)
.jpg)

.jpg)



