9 Okt 2015

Pelatihan Terkini:

MENYUSUN RKAT BPR 2016


Aplikasi ini menggunakan konsep penyusunan rencana kerja sbb:
  • Perencanaan detail tiap bulan untuk rencana kerja tahunan
  • Berdasarkan RKAT dihasilkan proyeksi Neraca dan Laba Rugi  untuk tahun ke 2 hingga ke 5
Untuk permintaan training, silahkan hubungi 0811892866 atau zisari@yahoo.co.id
Kelas Reguler:
  • Tanggal: 8 Januari 2016
  • Tempat: Hotel Grand Cempaka, Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta
  • Biaya investasi: Rp. 3.500.000,- per peserta


20 Agt 2014

Membuat Proyeksi Laporan Keuangan dalam Rencana Kerja Tahunan BPR

Setiap tahun bank harus membuat rencana kerja tahunan. Selain wajib disampaikan kepada pihak Otoritas perbankan, rencana kerja juga sangat bermanfaat sebagai pegangan dan penunjuk arah di dalam operasional sebuah bank, termasuk juga bank perkreditan rakyat (bpr).

Rencana kerja yang baik harus menantang, namun juga harus realistis, artinya cukup untuk memotivasi dan memacu semangat kerja untuk merealisasikannya, tetapi juga realistis dapat dicapai. 

Sebagian orang masih menggunakan pola lama, yaitu hanya menentukan target secara tahunan lalu dibagi menjadi dua semester, tanpa memikirkan bagaimana target tersebut bisa dicapai tiap bulannya, sehingga sering terjadi deviasi yang lebar antara target dan realisasi. Pola menetapkan target semacam ini juga menyulitkan membuat proyeksi berbagai pos dalam laporan keuangan. Sebagai contoh, target kredit yg diberikan hanya ditetapkan sebagai persentase kenaikkan terhadap outstanding tahun lalu. Hal ini sangat riskan, karena tidak didasarkan berapa kemampuan penyaluran baru tiap bulannya serta berapa pokok kredit yang dikembalikan oleh debitur pada tiap bulannya.

Zpro memberikan suatu pola pendekatan penyusunan rencana kerja yang lebih akurat. Rencana kerja disusun secara bottom-up secara bulanan dengan terlebih dahulu melakukan swot analysis, sehingga manajemen dapat mengukur kemampuannya di dalam pencapaian target yang diinginkan.  Target penghimpunan dana, penyaluran dana, aktiva tetap inventaris, aktiva tak berwujud, permodalan, beban sewa, beban sdm hingga beban pendidikan direncanakan secara rinci tiap bulannya, sehingga proyeksi pendapatan dan beban pada laporan laba-rugi maupun posisi saldo pada pos-pos neraca dapat dilakukan dengan lebih akurat.

Perhitungan pendapatan dan beban tentu perlu didasarkan pada rencana bulanan. Demikian juga dengan penerapan SAK-ETAP yang mengharuskan adanya amortisasi provisi dan biaaya transaksi, serta perhitungan ppap setiap bulannya dan penyusutan lainnya.

Perhitungan yang demikian rinci tentu memerlukan suatu alat bantu (tool). Zpro RKAT BPR versi 2.50 hadir untuk memudahkan kita di dalam membuat rencana kerja dan menghasilkan proyeksi laporan keuangan dengan cepat dan bahkan bisa diketahui perkiraan rasio-rasio keuangan, terutama terkait dengan tingkat kesehatan bank.

6 Mei 2014

Analisa Pembiayaan Mikro bagi BPRS

Sebagai lembaga pembiayaan syariah, BPRS (Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) tentu memiliki motivasi untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan mengacu pada prinsip syariah. Untuk itu BPRS perlu memastikan setiap pembiayaan yang diberikan adalah bermanfaat bagi nasabah yang dibiayai maupun lembaga pembiayaannya.  Analisa pembiayaan yang tepat perlu diterapkan agar kedua tujuan mulia tersebut dapat tercapai.

Mengingat BPRS umumnya memberikan pembiayaan kepada para nasabah mikro dan kecil, maka tentu membutuhkan keahlian khusus. Hal ini disebabkan oleh:
  • umumnya tidak memiliki legalitas yang cukup;
  • umumnya tidak memiliki laporan keuangan;
  • sedikit sekali yang memiliki catatan usaha;
  • tidak biasa merekap pendapatan dan biaya bulanan;
  • tidak memisahkan keuangan usaha dan keuangan rumah tangga.
BPRS umumnya menerapkan pola pembiayaan yang mengharuskan nasabah mengangsur pembayaran pokok dan margin secara bulanan, maka tentu BPRS sangat relevan melakukan analisa arus kas sebagai salah satu aspek untuk mendukung keputusan diberikannya pembiayaan. Kenapa? Karena BPRS perlu memastikan nasabah yang dibiayai memiliki dana untuk mengangsur pokok pembiyaan maupun marginnya. Selain itu, penting juga bagi BPRS untuk memproyeksi apakah arus kas nasabah yang dibiayai semakin baik setelah mendapatkan pembiayaan.

[Foto: pelatihan analisa pembiayaan mikro yg diselenggarakan oleh Forum Komunikasi BPRS Sumatera Barat, 3-4 Mei 2014 ]



26 Mar 2014

Strategi Marketing

Bisnis yang terus berkembang ditandai dengan optimalnya penjualan. Untuk mengoptimalkan penjualan dibutuhkan perencanaan strategi pemasaran yang kuat.

Bagaimana membuat suatu Strategi Marketing? Perencanaan strategi pemasaran yang efektif tidaklah sulit atau memakan waktu. Jika Anda memiliki ide yang baik tentang target pelanggan anda dan apa pemecahan masalah produk atau jasa anda, maka dengan mudah anda bisa mengembangkan strategi anda. Jika tidak, Anda harus mulai dengan evaluasi diri (produk, jasa dan apa yang telah dilakukan) serta mengembangkan rencana riset pemasaran.

Jika anda termasuk orang yang suka praktis, maka ada 4 langkah dalam pengembangan strategi marketing:
  • Evaluasi  
Evaluasilah apa yang telah dilakukan selama ini dan apa hasil yang telah dicapai. Langkah ini penting untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada.
  • Riset pemasaran
Langkah ini akan membantu anda untuk mendapatkan gambaran rinci tentang target pelanggan anda, memahami lingkungan pasar anda, dan menilai pesaing anda. Ini akan membantu memastikan orientasi pasar yang kuat untuk bisnis anda.
  • Tulis sebuah daftar strategi marketing
Setelah melakukan evaluasi dan riset pemasaran, maka anda punya bekal untuk menyusun sebuah daftar strategi pemasaran yang potensial.
Pikirkan semua kemungkinan strategi untuk rancangan daftar Anda ... kemudian mempersempit ke 3-5 strategi pemasaran kunci yang terbaik selaras dengan tujuan bisnis anda.
  • Buat prioritas taktik marketing 
Tentukan taktik-taktik prioritas yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
Strategi marketing yang lebih komprehensif dapat dibuat melalui upaya-upaya berikut:
  • Melakukan evaluasi bisnis yang sudah berjalan;
  • Memerlukan tindakan marketing intelligence untuk mengetahui potensi dan persaingan yang ada;
  • Mengembangkan keunggulan kompetitif;
  • Membuat produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan calon pelanggan;
  • Menetapkan target pasar;
  • Membangun team marketing yang handal;
  • Menyusun strategi promosi yang efektif;
  • Manajemen pelanggan yang baik.

29 Jun 2013

Service Excellence Berbasis Standar Pelayanan

    Apakah perusahaan anda sudah sering mendatangkan trainer untuk melatih service excellence? Jika ya, lalu:
    • Apakah hasilnya berdampak pada pelayanan yang prima? 
    • Apakah antara pegawai yang satu dengan yang lainnya terdapat pelayanan yang sama? 
    • Apakah tercipta konsistensi di dalam pelayanan secara prima?
    Pelayanan prima tercipta karena adanya standar pelayanan, sehingga dapat diukur kinerja dan konsistensinya. Jadi, seharusnya sebelum pelatihan service excellence diberikan, terlebih dahulu dibuat suatu standar pelayanan.


    Di perbankan ada 3 titik pelayanan terdepan yang urgent untuk mendapat perhatian dalam hal pelayanan yang prima kepada para nasabah dan tamu.
    • Security
    • Customer Service
    • Teller
    Ketiga titik inilah yang selalu menjadi penilaian para nasabah atau masyarakat terhadap suatu bank.

    Pada setiap titik pelayanan dibuatkan standar pelayanan secara tertulis. Setiap pegawai pada titik tersebut harus terlatih dengan baik dan secara konsisten melaksanakan standar pelayanan tersebut.

    Standar Pelayanan
    Standar pelayanan merupakan ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik. Standar pelayanan haruslah mengandung baku mutu pelayanan, sehingga penerapannya dapat membawa dampak positif bagi perusahaan.
    Standar pelayanan harus dibuat tertulis. Standar pelayanan meliputi aktivitas, sikap dan ucapan. Pada setiap aktivitas pelayanan, sikap seperti apa yang harus ditunjukkan dan ucapan apa saja yang harus disampaikan. Umumnya aktivitas tersebut meliputi aktivitas saat penerimaan tamu/pelanggan, saat memberikan layanan dan saat mengakhiri layanan.

    Baca juga topik terkait: http://zinsari.wordpress.com/2013/06/29/standar-pelayanan-sebagai-ciri-khas/
    mengenai standar pelayanan.

    Ingin memberikan pelayanan yang prima? Mari kita wujudkan...

    Zpro Professional Training memberikan pelatihan service excellence yang didahului dengan kesepakatan atas standar pelayanan yang akan diterapkan di perusahaan.

    Zpro Professional Training juga dapat memberikan konsultasi pembuatan standar pelayanan atau membantu membuatkan.

    22 Mei 2013

    Ayo Kita Dukung Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme

    Semakin berkembangnya industri jasa perbankan seperti Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah disertai dengan perkembangan produk serta pelayanan terutama yang berbasis teknologi informasi maka risiko pemanfaatan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dalam pencucian uang dan pendanaan teroris semakin tinggi. 

    Oleh karena itu sebagai pihak pelapor (pasal 17, UU TPPU no 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang), Bank Perkreditan Rakyat wajib menerapkan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia nomor 12/20/PBI/2010 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

    Sebagai pedoman teknis, BPR/BPRS dapat mengacu pada Pedoman Standar Pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Lampiran Surat Edaran BI nomor 13/14/DKBU tanggal 12 Mei 2011.


    Agar semua karyawan di BPR/BPRS mampu melaksanakan program tersebut, maka perlu diberikan pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan bertemakan APU dan PPT yang memadai dan berkala.
    Zpro secara khusus merancang suatu pelatihan singkat yang dapat diikuti oleh semua karyawan BPR/BPRS baik pada kelas reguler maupun inhouse training.


    Pelatihan diarahkan untuk dapat diterapkan di BPR/BPRS.

       

    Pelatihan ini berdurasi 8 jam. Selain presentasi, diskusi, tanya jawab, peserta juga berkesempatan berlatih dalam penetapan profil risiko nasabah dan mengetahui laporan-laporan yang perlu disiapkan.






    6 Mei 2013

    Kini Memahami Akuntansi Jadi Mudah


    Modul ini cocok untuk seluruh karyawan di bank perkreditan rakyatJika pelatihan difasilitasi oleh seorang trainer handal memungkinkan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dapat memahami akuntansi dari awal hingga laporan keuangan secara cepat dan mudah.





     

    Sesi:1, para peserta mendapatkan pemahaman apa saja laporan keuangan dan betapa pentingnya informasi tersebut bagi orang yg akan mengambil keputusannya.







    Sesi:2, mengajak para peserta untuk dapat memahami akuntansi melalui conton-contoh pada persamaan akuntansi.









    Sesi:3, memahami jurnal, sehingga peserta dapat mengerti bagaimana suatu peristiwa ekonomi dicatat oleh bagian akuntansi.









    Sesi:4, memahami bagaimana data jurnal dikelompokkan dan dimasukkan ke dalam masing-masing buku besar yang nantinya bermanfaat sebagai sumber informasi bagi laporan keuangan.








     Sesi:5-6, peserta memahami posisi keuangan suatu perusahaan maupun kemampuan menciptakan laba melalui laporan keuangan.










    Sesi:7-8, peserta juga diajak memahami laporan keuangan bpr, sehingga dapat memahami kondisi keuangan suatu bpr. Format laporan keuangan bpr sedikit berbeda dengan laporan keuangan pada umumnya.

    Modul yang terdiri dari 67 slide ini dapat dipelajari selama satu hari atau 8 sesi dengan durasi masing-masing sesi 45 menit.

    6 Apr 2013

    Menguasai Akuntansi Kredit BPR

    Bank Perkreditan Rakyat (BPR) termasuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik yang signifikan, namun diperkenankan menggunakan SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan - Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) oleh regulator perbankan melalui Surat Edarar BI no 11/37/DKBU tanggal 31 des 2009. 

    Sejak tahun 2010, laporan keuangan BPR wajib menggunakan Pedoman Akuntansi BPR (PA-BPR) yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dan mengacu pada SAK-ETAP.


     
    Kredit yang diberikan kepada debitur mengandung risiko termasuk ketidak tepatan jadwal pembayaran kembali oleh debitur, sehingga membutuhkan perlakuan akuntansi yang sesuai agar penyajian informasi tidak menyesatkan.








    Pencatatan dimulai sejak suatu kredit disetujui hingga kredit dilunasi oleh debitur.












    Ketepatan penetapan kualitas kredit seorang debitur menjadi sangat penting, karena akan mempengaruhi pencatatan pendapatan bpr. 

    Termasuk pencatatan penerimaan setoran nasabah yang tergolong performing atau non performing haruslah sesuai, karena akan mempengaruhi portfolio kredit maupun pendapatan bpr.






    Pada tanggal jatuh tempo angsuran, maka bpr secara tepat membukukan pengakuan pendapatan bunga dan amortisasi pendapatan provisi serta melakukan amortisasi biaya transaksi.

    Bagaimana dengan non performing loan?
    Bagaimana dengan pendapatan yang sudah diakui sebelumnya?






    Potensi risiko perlu dikuantifikasi dan dicadangkan sesuai kualitas kredit dan nilai agunan yang dimiliki.











    Ketika bank melakukan restrukturisasi terhadap debitur yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya, namun masih prospektif, maka bank perlu menghitung nilai tunai dari arus kas masa depan akibat restrukturisasi tsb.








    Jika nilai tunai lebih rendah dibandingkan nilai tercatat, maka bank harus membukukan beban kerugian akibat restrukturisasi.



    Upaya penyelesaian terhadap kredit bermasalah dapat dilakukan dengan:
    1. Penyelesaian kredit dengan mengambil alih agunan.
    2. Proses penyelesaian kredit.

    Tentu perlakuan akuntansinya berbeda untuk masing-masing cara penyelesaian tersebut.







    Intinya dalam akuntansi kredit dibahas secara komprehensif, mulai dari pencairan kredit hingga kredit itu lunas atau diselesaikan. 
    1. Biaya transaksi
    2. Persetujuan kredit
    3. Pencairan kredit
    4. Pengakuan pendapatan bunga
    5. Pembatalan pengakuan pendapatan bunga
    6. Pembentukan PPAP
    7. Amortisasi provisi dan biaya transaksi
    8. Restrukturisasi kredit, menghitung nilai tunai dan penyisihan kerugian
    9. Pengambilalihan agunan
    10. Hapus buku
    11. Hapus tagih
    Pelatihan ini dapat ditempuh dalam waktu 1 hari saja...



    Menguasai Akuntansi Secara Cepat


    Setiap pelaku usaha ataupun orang-orang yang berkepentingan pasti memerlukan informasi yang lengkap dan akurat terkait dengan badan usaha atau organisasi yang dikelola atau yang menjadi perhatiannya. Jadi, informasi keuangan merupakan kebutuhan pokok bagi orang-orang yang akan mengambil keputusan dengan baik. Mengingat pentingnya peran informasi keuangan bagi berbagai pihak, maka proses penyediaan informasi harus dilakukan dengan benar dan baik. Untuk dapat melakukan hal-hal tersebut, maka diperlukan pemahaman dan pengusaan akuntansi yang benar. 

    Banyak orang menganggap akuntansi adalah sesuatu yang sulit dan membosankan karena angka-angka semua. Saya mau katakan bahwa akuntansi bisa menjadi menyenangkan, jika kita pahami konsepnya secara benar. 

    Kita akan mendapatkan kepuasan tatkala dapat menyajikan laporan keuangan yang benar, akurat dan tepat waktu. 




    Proses akuntansi dimulai dari mengumpulkan dokumen-dokumen dasar atas transaksi-transaksi yang terjadi; melakukan analisa; melakukan klasifikasi transaksi; meringkasnya dalam catatan sampai dengan penyajian laporan. Proses dari awal hingga menghasilkan laporan keuangan disebut siklus akuntansi.





    dapatkan materi setebal 75 halaman ini dan alamilah suatu pelatihan yang berdurasi 2 hari dan kuasai akuntansi dasar yang dimulai dari jurnal-menjurnal hingga menyajikan laporan keuangan.