6 Mar 2013

Analisa Kredit Mikro dan Secangkir Kopi Panas

Kredit mikro memiliki keunikan. Kenapa? ya, karena umumnya para pengusaha mikro tidak memiliki cukup bukti usaha yang terekam dengan baik. Tidak terdapat catatan-catatan atas transaksi-transaksi yang dilakukan, apalagi laporan keuangan.

Pola analisa kreditnya pun sangatlah spesifik, sehingga kredit yang diberikan tetap dapat dilakukan dalam koridor pemberian kredit yang sehat.


Para analis kredit mikro, khususnya yang bekerja di bpr perlu memahami dana siapa yang digunakan dalam pemberian kredit, agar tertanam dalam benak untuk selalu memperhatikan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas kredit yang diberikan, sehingga pada akhirnya hak-hak para pemberi dana tidak terganggu.





Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab dan diyakinkan, sebelum kredit disalurkan. Semuanya adalah dalam rangka meminimalkan risiko kerugian bank atas kredit yang diberikan tersebut.






Konsisten dalam penerapan kebijakan dan prosedur perkreditan adalah sangat mutlak dilakukan agar prinsip kehati-hatian dan pemberian kredit secara sehat terpenuhi.






Siklus manajemen kredit harus dilakukan secara konsisten, setiap proses harus dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab.  







Analisa kredit merupakan satu proses penting di dalam siklus manajemen kredit. Pada tahapan inilah bank menjaring calon debitur yang layak untuk diberikan kredit.

Umumnya perbankan mengenal prinsip 5 C dalam analisa kredit, tetapi di kredit mikro perlu ditambahkan C yang ke enam, yaitu Cash flow (arus kas). Analisa cash flow memungkinkan bank untuk mendapatkan gambaran atas ketersediaan dana dari debitur baik sebelum diberikan kredit maupun setelah diberikan kredit. Manfaat dari analisa cash flow adalah untuk menentukan kemampuan debitur dalam membayar kembali pinjamannya, berapa jumlah kredit yang dapat diberikan, berapa besar angsuran yang harus dibayar tiap periodenya, serta berapa lama jangka waktu kreditnya.

sebagian tampilan analisa cashflow sederhana untuk menentukan kebutuhan kredit dan kemampuan bayar.

                             
Kenapa icon untuk slide analisa kredit adalah secangkir kopi? Temukan jawabannya dalam pelatihan yang berdurasi 2 hari tentang analisa kredit mikro.                                                         




baca juga topik "Analisa Kredit Mikro" pada http://zinsari.wordpress.com/2013/07/12/analisa-kredit-mikro/



28 Feb 2013

Teller di antara 3 titik pelayanan terdepan sebuah bank




Teller merupakan salah satu di antara 3 (tiga) organ penting bagi sebuah bank (Security, Customer Service dan Teller) mempunyai peran penting, karena merekalah yang memberi kesan langsung kepada masyarakat pada umumnya dan nasabah bank pada khususnya.

Ketika nasabah berkunjung ke bank, maka 3 organ inilah yg paling sering berinteraksi dg mereka. Jadi wajar kalau nasabah menganggap ketiga organ inilah yang dinamakan pihak bank.


Di jaman persaingan yang sangat ketat dewasa ini, pelayanan bank kepada nasabah tidak cukup hanya sekedar memuaskan nasabah atau sekedar sesuai harapan nasabah, namun harus memberi pelayanan yang berkesan.








Jadi, sangatlah penting untuk memiliki keterampilan di dalam melakukan tugas-tugasnya, memberikan pelayanan yang prima agar kesan positif dapat tertanam di benak nasabah.







 
Teller yg dapat memberi kesan positif adalah teller yang cekatan, ramah dan santun.


Teller juga punya tanggung jawab yang besar dalam melakukan tugasnya, terutama terkait dengan keakuratan dan ketepatan dalam melayani nasabah bertransaksi serta mencatat transaksi dengan benar.

Teller harus fokus, jangan telerrrrrrr....




Sebagai frontliner, teller yang dapat memberikan pelayanan berkesan akan membawa dampak positif bagi bank.

Apa saja yang perlu dihadirkan oleh seorang teller agar nasabah berkesan?

3 Feb 2013

Keuangan Mikro

(sebagian dari tulisan ini dikutip dari CGAP edisi 2004, Sea Island Summit)

Kita sering mendengar kata 'keuangan mikro'. Apa keuangan mikro itu?

Keuangan mikro adalah jasa di bidang keuangan yang lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Pengelolaan keuangan mikro yang tepat dapat dijadikan sebagai instrumen yang berdaya guna untuk melawan kemiskinan. Akses terhadap jasa keuangan berkelanjutan memungkinkan masyarakat miskin meningkatkan pendapatan, memiliki aset, dan mengurangi kerentanan mereka terhadap goncangan yang berasal dari eksternal. 

Keuangan mikro memungkinkan rumahtangga berpendapatan rendah untuk beralih dari sekedar perjuangan untuk bertahan hidup dari hari ke hari menuju perencanaan masa depan, investasi untuk gizi yang lebih baik, peningkatan kondisi kehidupan, serta peningkatan kesehatan dan pendidikan anak-anak yang lebih baik.

Atas dasar itu, maka sangatlah penting membangun lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan agar bisa senantiasa berkontribusi memberikan pelayanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang demikian banyak di banyak negara untuk bergerak ke taraf hidup yang lebih baik.Sebagai pengelola lembaga keuangan mikro privat tentu harus mampu berusaha agar seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha mulia ini dapat ditutupi oleh pendapatan operasionalnya, sehingga lembaganya tidak saja bertahan, melainkan berkembang.Kemampuan ini memungkinkan keberlanjutan operasional penyedia keuangan mikro dan penyediaan jasa keuangan yang terus menerus bagi masyarakat miskin. Mencapai keberlanjutan keuangan artinya mengurangi biaya-biaya transaksi, menawarkan produk dan jasa lebih baik yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan menemukan cara-cara baru untuk menjangkau masyarakat miskin yang belum mendapatkan pelayanan dari bank umum.


1 Feb 2013

Software Penyusunan RKAT BPR versi 1.75

Kabar gembira....
Software penyusunan rencana kerja BPR versi 1.75 telah tersedia. Versi terbaru ini telah dilengkapi dengan:

  • Neraca perbandingan (Rencana vs Realisasi)
  • Laporan Laba/Rugi perbandingan (Rencana vs Realisasi)
sehingga semakin mendukung pekerjaan anda untuk melakukan analisa ataupun keperluan penyajian laporan.

Rasio keuangan pada versi terbaru ini terdiri dari rasio-rasio penilaian tingkat kesehatan, yang antara lain rasio CAR, KAP, ROA, CR, LDR dan BOPO juga disertai dengan rasio ROE dan ATI terhadap Modal Disetor.



1 Jan 2013

SDM yang Kompeten dan Berintegritas...

Institusi yang maju pasti didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas. Institusi yang didukung oleh tenaga-tenaga kompeten merupakan modal awal untuk dipercaya oleh pembelinya/pengguna jasanya. Tahukah anda bahwa pembeli/pengguna jasa dapat ditingkatkan statusnya menjadi pelanggan apabila institusi kita dapat memberikan pelayanan yang baik. Hanya institusi yang didukung oleh sumber daya manusia kompeten dan berintegritas baiklah yang dapat menjadikan pelanggan menjadi relasi yang baik. Relasi yang baik adalah pihak-pihak yang secara tidak langsung telah menjadi bagian dari marketing kita.

Pentingnya Pengembangan SDM yang Berkeadilan
Institusi yang menyadari akan pentingnya kompetensi dan integritas sumber daya manusianya umumnya menerapkan pengembangan sumber daya manusia  yang berkeadilan dan berkesinambungan. Karena semua lini di dalam institusi adalah penting. Keadilan di dalam pengembangan sumber daya manusia akan mendorong terciptanya integritas yang lebih baik. Sedangkan pengembangan berkesinambungan bertujuan untuk selalu meningkatkan kemampuan serta mengikuti perkembangan, baik perkembangan teknologi maupun perkembangan budaya serta sosial [Jakarta,1 jan 2013, Zpro]



16 Des 2012

Zpro hadir di Bontang, Kalimantan Timur

Bontang, 12 Des 2012
Zinsari hadir di Bontang pada hari rabu, 12 des 2012, dan melakukan pelatihan selama 4 hari untuk materi:
a. Penyusunan Rencana Kerja BPR dengan menggunakan software aplikasi RKAT versi 1.71
b. Penyusunan PKPB & SOP Perkreditan BPR
c. Keterampilan Teller BPR
d. Penerapan Program APU & PPT pada BPR
Pelatihan diikuti oleh seluruh karyawan, Direksi dan Komisaris Utama PT. BPR Dhanarta Dwiprima berlangsung setiap hari, sejak tgl 13 sd 16 Des 2012 di hotel Raodah, Bontang.

Pelatihan mendapat respons positif dari para peserta pelatihan, dimana peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan [Bontang, Zpro]





27 Nov 2012

Pelatihan Penyusunan Pedoman Kebijakan & SOP Perkreditan BPR

Hotel Bidakara, Jakarta, 22 Nov 2012

Yayasan Perbarindo Jakarta bekerja sama dengan DPD Perbarindo DKI Jaya & Sekitarnya menyelenggarakan pelatihan Penyusunan Pedoman Kebijakan Perkreditan BPR dan SOP Perkreditan pada hari Kamis, 22-11-2012 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Zinsari ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari para Direksi dan staff BPR dari berbagai wilayah. Semua peserta mendapatkan softcopy dan hardcopy PKPB & SOP Perkreditan versi Generik. Zinsari memberikan panduan penyusunan kebijakan dan sop perkreditan sesuai dengan kompleksitas masing-masing bpr.

Hotel Peninsula, Jakarta 23 Nov 2012
Pelatihan penyusunan PKPB & SOP Perkreditan juga dilaksanakan pada hari Jum'at, 23-11-2012 bertempat di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta. Pelatihan yg juga difasilitasi oleh Zinsari ini diikuti oleh 29 peserta yang sebagian besar adalah Direksi dari BPR-BPR yang tergabung dalam Komisariat Perbarindo DKI Jakarta.

Pelatihan yang kedua ini lebih banyak diisi dengan diskusi untuk menjadi masukan bagi para peserta untuk menyesuaikan konsep generik PKPB & SOP Perkreditan agar sesuai dengan kondisi masing-masing BPR peserta.

Hotel Grage Sangkan, Kuningan, 1 Des 2012
Pelatihan penyusunan PKPB & SOP Perkreditan juga dilaksanakan oleh DPC Perbarindo Cirebon bertempat di hotel Grage Sangkan, Kuningan pada hari Sabtu, 1 Des 2012 yang diikuti oleh 45 peserta.

Lombok Plaza Hotel, Lombok, 8 Des 2012
Pelatihan penyusunan PKPB & SOP Perkreditan di wilayah Nusa Tenggara Barat diikuti oleh 42 peserta dari 28 BPR. Pelatihan dimulai pukul 08:30 dan selesai pada pukul 15:30. Beberapa poin krusial menjadi topik diskusi dan perdebatan yang seru, misalnya tentang ketentuan penyedian fasilitas kredit kepada pihak terkait, debitur grup dan debitur besar terhadap permodalan BPR serta masalah nilai signifikan penghapusbukuan kredit yang harus dicantumkan dalam rencana kerja.
Suasana pembukaan pelatihan.